Sabtu, 07 November 2015

Bagaimana Cara Terpelihara dari Azab Allah

Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah Taála berfirman yang artinya : "Sungguh Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi. Namun ketika Aku melihat orang-orang yang memakmurkan rumah-rumahku (masjid), dan orang-orang yang minta ampun kepadaKu di waktu sahur, maka Aku belokkan azab itu dari penduduk bumi. ( HR. Imam Baihaqi dari Sahabat Anas RA).

Dari hadits ini dapat kita fahami bahwa ada 2 hal yang menyebabkan Allah SWT mengurungkan bencana yang akan Dia turunkan ke bumi.

(1) Memakmurkan masjid. Yaitu dengan melaksanakan shalat berjama'ah di masjid. Hal yang kelihatannya mudah, dan sebenarnya memang hanya mudah, tapi pelaksanaannya yang tidak mudah. Nyatanya banyak tidak mampu menjalankannya. Ini dapat kita lihat dari alangkah sedikitnya orang yang shalat berjama'ah di masjid di setiap waktu-waktu shalat. Padahal disamping bisa menggagalkan bencana yang hendak diturunkan Allah, shalat jama'ah juga memiliki keistimewaan-keistimewaan lain, misalnya : mesti sah, mesti diterima, dan pahalanya mesti dilipatkan 27 derajat, disamping masih banyak keutamaan-keutamaan yang lain. Namun demikian, meski sehebat apapun pahalanya shalat berjama'ah dan sehebat apapun keutamaannya, tapi jika kita tidak melaksanakannya, maka kita tidak memiliki bagian apa-apa dari semuanya itu.

(2) Istighfar (memohon ampun kepada Allah) di waktu sahur. Mengapa harus istighfar dan bukan yang lainnya? Karena sesungguhnya tidak ada yang lebih pantas untuk diminta oleh orang-orang seperti kita, yang siang - malam, pagi - petang, dan setiap saat berkecimpung dalam lumpur dosa ini, selain ampunan dari Allah. Hanya ampunanNya lah yang harus selalu kita damba. Hanya ampunanNya lah yang paling pantas dan paling harus untuk selalu kita minta. Karena hanya dalam ampunanNya terdapat ridhaNya, dan hanya sebab ridhaNya murkaNya sirna. Dan sirnanya murka Allah inilah yang mengurungkan kehendakNya untuk menurunkan azabNya di bumi.

Mengapa harus di waktu sahur? Karena waktu sahur adalah waktu yang paling nikmat untuk tidur. Karena waktu sahur adalah waktu yang paling sepi, hening, dan sunyi. Karena waktu sahur adalah waktu terbukanya pintu-pintu langit, dan Allah turun ke bumi. Sehingga hanya orang-orang yang berniat kuat sajalah yang mampu bangkit dari ranjangnya dan tidak tidur di saat itu. Hanya orang-orang yang hatinya tulus ihlas untuk Allah sajalah yang mampu beribadah di saat seperti itu. Orang yang sepi pamrih, sepi perhatian, sepi popularitas, sepi dari segala hiruk pikuk dunia. Inilah yang menjadikan istighfar di waktu sahur memiliki keistimewaan yang luar biasa, menggagalkan maksud Allah untuk menurunkan azabNya ke bumi.

Karena itulah wahai saudara-saudaraku fillah, marilah kita memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan dan kemampuan untuk bisa melakukan 2 hal di atas, demi terhindarnya diri kita, negeri tercinta kita, dari azab Allah.


  ASH SHAFF(BARISAN) ayat 10 -12



[61:10] Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? 
[61:11] (yaitu) kamu beriman kepada Allah* dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. 
[61:12] Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
 Pada ayat 61:11 ' Beriman Kepada Allah, Iman yang bagai mana?

 AL AN'AAM (Binatang ternak) ayat 82
[6:82] Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. 
Apabila kita belajar Ngaji tetapi tidak ada perubahan pada diri kita berarti iman yang bercampur dengan kezaliman / terlibat dalam kekafiran.
 AL AN'AAM (Binatang ternak)  ayat 26  
[6:82] Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. 

Untuk menghindarinya

AL A'RAAF (Tempat tertinggi)  Ayat 204 
 
[7:204] Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
AN NISAA' (WANITA)   Ayat 140  
 [4:140] Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,



 SURAT AL AN'AAM (Binatang ternak)  Ayat 68  

[6:68] Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). 


Do'a untuk menghindari kezaliman 

 AL ISRAA' (Memperjalankan di malam hari ) Ayat 80 - 81

[17:80] Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. 
[17:81] Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

Demikianlah artikel Ini di buat semoga bermanfaat bagi kita, apabila ada kesalahan dalam penulisan kami mohon maaf karena yang benar datang dari Allah yang salah mohon di peringatkan. Terima Kasih..

Walaikum salam....Wr .Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar