Dari hadits ini dapat kita fahami bahwa ada 2 hal yang menyebabkan Allah SWT mengurungkan bencana yang akan Dia turunkan ke bumi.
(1) Memakmurkan masjid. Yaitu dengan melaksanakan shalat berjama'ah di masjid. Hal yang kelihatannya mudah, dan sebenarnya memang hanya mudah, tapi pelaksanaannya yang tidak mudah. Nyatanya banyak tidak mampu menjalankannya. Ini dapat kita lihat dari alangkah sedikitnya orang yang shalat berjama'ah di masjid di setiap waktu-waktu shalat. Padahal disamping bisa menggagalkan bencana yang hendak diturunkan Allah, shalat jama'ah juga memiliki keistimewaan-keistimewaan lain, misalnya : mesti sah, mesti diterima, dan pahalanya mesti dilipatkan 27 derajat, disamping masih banyak keutamaan-keutamaan yang lain. Namun demikian, meski sehebat apapun pahalanya shalat berjama'ah dan sehebat apapun keutamaannya, tapi jika kita tidak melaksanakannya, maka kita tidak memiliki bagian apa-apa dari semuanya itu.
(2) Istighfar (memohon ampun kepada Allah) di waktu sahur. Mengapa harus istighfar dan bukan yang lainnya? Karena sesungguhnya tidak ada yang lebih pantas untuk diminta oleh orang-orang seperti kita, yang siang - malam, pagi - petang, dan setiap saat berkecimpung dalam lumpur dosa ini, selain ampunan dari Allah. Hanya ampunanNya lah yang harus selalu kita damba. Hanya ampunanNya lah yang paling pantas dan paling harus untuk selalu kita minta. Karena hanya dalam ampunanNya terdapat ridhaNya, dan hanya sebab ridhaNya murkaNya sirna. Dan sirnanya murka Allah inilah yang mengurungkan kehendakNya untuk menurunkan azabNya di bumi.
Mengapa harus di waktu sahur? Karena waktu sahur adalah waktu yang paling nikmat untuk tidur. Karena waktu sahur adalah waktu yang paling sepi, hening, dan sunyi. Karena waktu sahur adalah waktu terbukanya pintu-pintu langit, dan Allah turun ke bumi. Sehingga hanya orang-orang yang berniat kuat sajalah yang mampu bangkit dari ranjangnya dan tidak tidur di saat itu. Hanya orang-orang yang hatinya tulus ihlas untuk Allah sajalah yang mampu beribadah di saat seperti itu. Orang yang sepi pamrih, sepi perhatian, sepi popularitas, sepi dari segala hiruk pikuk dunia. Inilah yang menjadikan istighfar di waktu sahur memiliki keistimewaan yang luar biasa, menggagalkan maksud Allah untuk menurunkan azabNya ke bumi.
Karena itulah wahai saudara-saudaraku fillah, marilah kita memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan dan kemampuan untuk bisa melakukan 2 hal di atas, demi terhindarnya diri kita, negeri tercinta kita, dari azab Allah.
ASH SHAFF(BARISAN) ayat 10 -12
[61:10]
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
[61:11]
(yaitu) kamu beriman kepada Allah* dan RasulNya dan berjihad di jalan
Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu
mengetahui.
[61:12]
Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam
jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke
tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan
yang besar.
Pada ayat 61:11 ' Beriman Kepada Allah, Iman yang bagai mana?
AL AN'AAM (Binatang ternak) ayat 82
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar